Rabu, 29 April 2015

Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Peningkatan Ketrampilan Membaca Pada Peserta Diklat Bahasa Inggris SMP Di LPMP Jawa Tengah ( Sebuah Studi Kasus)

Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Peningkatan Ketrampilan Membaca Pada Peserta Diklat Bahasa Inggris SMP Di LPMP Jawa Tengah ( Sebuah Studi Kasus) ABSTRAK Tri Mulyani,M.Pd, Widyaiswara LPMP Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki sikap peserta diklat SMP bahasa Inggris di LPMP Jawa Tengah terhadap kemampuan membaca EFL menggunakan pendekatan saintifik dalam pemahaman bacaan. Obyek penelitian ini adalah 40 guru SMP peserta pendidikan dan pelatihan Bahasa Inggris. Mereka diobservasi metode Mind Mapping tentang pendekatan saintifik yang mereka laksanakan dengan yang menggunakan skala likert. Temuan menunjukkan sikap positif para peserta terhadap penggunaan pendekatan saintifik di kelas membaca. Kata Kunci: saintifik, ketrampilan membaca,peserta diklat Pendahuluan Membaca hal yang sangat berarti dan membutuhkan keterlibatan aktif pembaca , karena selama membaca teks mereka memiliki tujuan yang berbeda untuk dicapai ( Koda , 2005). Gambrell , Blok , dan Pressley ( 2002) menyatakan pemahaman sebagai bagian terpenting dari membaca. Membantu pembelajar untuk mengatasi teks rumit yang mereka hadapi adalah salah satu bagian penting dalam belajar mengajar kepada peserta pendidikan dan pelatihan bahasa Inggris. Di antara berbagai strategi yang diterapkan untuk meningkatkan pemahaman bacaan, peneliti menerapkan pendekatan saintifik. Metode saintifik merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Untuk dapat disebut Saintifik, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Karena itu, metode Saintifik umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji hipotesi Permasalahan Hal yang dipermasalahkan pada penelitian ini adalah : Apakah dengan pendekatan saintifk dapat meningkatkan ketrampilan membaca pada peserta diklat Bahasa Inggris EFL SMP Di LPMP Jawa Tengah ?( sebuah studi kasus) Pembahasan Membaca Membaca , sebagai aspek penting dari literasi , dianggap sebagai interaksi antara pembaca dan teks ( Alderson & Urquhart , 1984). Di antara berbagai teknik dan keterampilan mengajar membaca , lima di antaranya diidentifikasi penting oleh Membaca Panel Nasional (2000). Mereka adalah : ( a) kesadaran fonemik, ( b ) phonics ,( c ) pemahaman ,( d ) kelancaran , dan ( e ) kosa kata. Dengan demikian , pemahaman memainkan peran penting sebagai kemampuan membaca peserta didik EFL dituntut untuk menguasai. Membaca pemahaman sangat penting dalam konteks EFL. Saintifik Pendekatan ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Dengan demikian, proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai, prinsip-prinsip, atau kriteria Scientific. Proses pembelajaran disebut Scientific jika memenuhi kriteria seperti berikut ini. · Substansi atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. · Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. · Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran. · Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu dengan yang lain dari substansi atau materi pembelajaran. · Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran. · Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung -jawabkan. · Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana, jelas, dan menarik sistem penyajiannya. Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai non-Scientific yang meliputi intuisi, akal sehat, prasangka, penemuan melalui coba-coba, dan asal berpikir kritis. Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris dengan pendekatan saintifik dapat dijelaskan seperti berikut. · Mengamati Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini yaitu kegiatan yang memaksimalkan pancaindra dengan cara melihat, mendengar, dan membaca, atau menonton. Yang diamati adalah “materi”berbentuk fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks yang didengar dan dibaca baik teks interpersonal, transaksional, teks funsional khusus, maupun teks fungsional, dalam bentuk bacaan, video, atau rekaman suara. Untukitu saat melakukan kegiatan pengamatan ini guru harus menyiapkanpanduan pengamatan berupa format tugas. Tahap mengamati bertujuan mengenalkan teks yang akan dipelajari. Untuk dapat mengenal dengan baik, peserta didik perlu mengamati banyak teks contoh, secara aktif, dalam kegiatan yang bervariasi,dan melibatkan penggunaan lebih dari satu indera. Fokus pengamatan adalah pada isi pesan, bukan pada teori tentang teks tersebut.Struktur teks dan unsur kebahasaan juga belum perlu dibahas dari aspek bentuknya.Untuk mempertajam pengamatan, peserta didik dapat diarahkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. - Fungsi Sosial: Apa maksud atau fungsi sosial yang hendak dicapai? - Struktur Teks: Bagaimana bagian-bagian teks diurutkan secara logis dan runtut untuk mencapai maksud atau fungsi sosial teks? - Unsur Kebahasaan: Ungkapan, kosa kata, dan tata bahasa apa yang dipilih untuk mencapaimaksud dan fungsi sosial teks dan bagaimana unsur kebahasaan (ucapan,tekanan kata, intonasi, ejaan, huruf besar, dan tanda baca) digunakandalam bahasa lisan dan tulis? - Sikap: Bagaimana sikap pembicara atau penulis menggunakan teks dalammencapai maksud atau fungsi sosialnya? · Menanya Pada tahapan kegiatan menanya merupakan proses mengkonstruksi pengetahuan tentang fungsi sosial, unsur kebahasaan, dan struktur teks melalui diskusi kelompok atau diskusikelas. Pada proses menanya dikembangkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis peserta didik, yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil pengamatan yang baik. Pada saat yang sama peserta didik juga belajar membiasakan diri bertanya dalam bahasa Inggris secara wajar dan bermakna. Peserta didik dibiasakan untuk menggunakan ungkapan secara bermakna, tanpa perlu dijelaskan tata bahasanya.Masalah yang sering dihadapi peserta didik adalah makna kata, dalam bentuk padanan kata dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, atau sebaliknya. Untuk itu peserta didik perlu dibiasakan menggunakan pertanyaan, misalnya: What is ‘salak’ in English? What is ‘banana’ in Indonesian? Masalah lain yang ditemui peserta didik adalah cara mengucapkan kata, termasuk meletakkan tekanan kata dengan benar. Untuk itu pesertadidik perlu dibiasakan menggunakan pertanyaan, misalnya: How do we say this word? Respon atas pertanyaan tersebut bukan hanya pengucapan bunyidemi bunyi, tetapi juga tekanan kata pada suku kata yang tepat. Gurudapat meminta peserta didik untuk menirukan sampai mencapaiketepatan maksimal.Masalah lain yang juga ditemui peserta didik adalah cara menuliskanatau menggunakan ejaan yang benar. Untuk itu peserta didik perludibiasakan menggunakan pertanyaan, misalnya: How do you spell the word? · Mengumpulkan Informasi: Mengumpulkan informasi dilakukan melalui kegiatan mencoba atau mengeksplorasi untuk menginternalisasi pengetahuan dan keterampilan yang baru saja diperoleh/ dipelajari. Pada proses ini peserta didik berlatih mengungkapkan hal-hal baru yang dipelajari dan mencoba menggunakan kemampuan itu dalam dunia nyata, di dalam/di luar kelas.Kegiatan ini adalah kegiatan belajar individual yang dikerjakan secara kolaboratif dalam kelompok di bawah bimbingan guru.Pada kegiatan ini peserta didik diberi kesempatan untuk bereksperimen dan mengeksplorasi untuk memahami dan mengungkapkan makna teks yang sedang dipelajari.Kegiatan ini mutlak memerlukan keaktifan peserta didik berusaha untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris dengan guru dan temannya.Pada tahap ini dilakukan hal-hal berikut. 1. Mengumpulkan fakta yang akan dikomunikasikan 2. Bereksperimen dan bereksplorasi untuk memperoleh dan memilih kosa kata, tata bahasa, dan unsur kebahasaan lainnya untuk dapat mengomunikasikan berbagai fakta yang ingin diutarakan dan dipahami. 3. Memperhatikan, memberikan balikan, atau menanyakan tentang berbagai pernyataan yang dibuat oleh teman-temannya. Langkah ini sangat perlu untuk memperkaya dan mematangkan penguasaan terhadap teks yang dipelajari. 4. Menyampaikan secara lisan pernyataan yang telah direncanakan secara tertulis. 5. Jika perlu, menuliskan setiap pernyataan tentang semua fakta yang ingin diutarakan dalam buku catatan masing-masing. · Menalar/Mengasosiasi: Kegiatan menalar atau mengasosiasi merupakan proses mengembangkan kemampuan mengelompokkan dan membandingkan beragam ide dan peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan dimemori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnyayang sudah tersedia.Pada tahap ini peserta didik dibimbing untuk mengelompokkan danmembandingkan teks berdasarkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsurkebahasaan. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengaitkan informasi tentang teks yang sedang dipelajari dengan teks sejenis dengan bentuk berbeda yang ditemukan di sumber lain, untuk tujuan pengayaan dan pendalaman.Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan ini. 1. Peserta didik telah menguasai bentuk teks yang menjadi dasar pembelajaran. 2. Kegiatan ini perlu menyadarkan peserta didik bahwa variasi isi dan bentuk teks adalah suatu keniscayaan dan kekayaan, bukan persaingan atau pertentangan. 3. Bentuk kegiatan bervariasi, termasuk yang telah sering digunakan pada tahap-tahap sebelumnya, antara lain memainkan peran, menyalin dengan tulis tangan, dan mengomunikasikan fakta. · Mengomunikasikan: Kegiatan mengomunikasikan ditujukan untuk mengembangkankemampuan menyajikan atau mempresentasikan semua pengetahuandan keterampilan yang sudah dikuasai dan yang belum, baik secaralisan maupun secara tertulis. Pada kegiatan ini tidak hanya pengetahuandan keterampilan mengomunikasikan saja tetapi juga permasalahandan kesuksesan yang dialami selama proses pembelajaran. Dengandemikian menggambarkan secara utuh kemampuan peserta didik dalampenguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sehingga prosesmengomunikasikan ini selalu disertai dengan penulisan jurnal belajar oleh peserta didik.Kegiatan komunikasi mencakup antara lain interaksi lisan selamaproses pembelajaran, presentasi lisan di depan kelas atau dalam kelompok,mempublikasikan karya di majalah dinding, dan lain sebagainya.Hasil kegiatan dapat berupa karya individual atau kelompok. Metode Dalam pengumpulan data , proses yang melibatkan lebih dari satu sumber data dan lebih dari satu metode untuk meningkatkan validitas dalam penelitian ( Merriam , 1992). 10 item observasi terdiri dari respon tertutup berdasarkan skala Likert 4 -point , sangat setuju , setuju , tidak setuju , dan sangat tidak setuju. Prosedur Data dikumpulkan selama proses diklat oleh peneliti. Semua peserta diminta untuk membaca pertanyaan observasi dan kemudian menjawab mereka secara individu. Sepuluh peserta dipilih oleh instruktur dari kalangan peserta diklat yang memiliki pandangan positif terhadap menggunakan saintifik saat membaca pemahaman dan mereka yang tidak memiliki pandangan yang positif. Para peserta menyadari bahwa mereka berpartisipasi dalam studi penelitian , dan mereka diberitahu tentang tujuan dan prosedur penelitian . Obyek Penelitian Responden penelitian ini adalah 40 peserta diklat guru SMP bahasa Inggris di LPMP Jawa Tengah. Adapun waktu pengambilan data dilakukan ketika diklat Juli 2013. Data kuantitatif dikumpulkan melalui observasi. Analisis Data Seperti dalam penelitian ini , data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan untuk dianalisis . Pada awalnya , dalam menganalisis data dari kuesioner , nilai rata-rata dari setiap item dihitung dan kemudian frekuensi dan persentase untuk setiap item yang disebutkan. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabel . Kedua , data wawancara ditranskrip dan dianalisis melalui analisis lintas kasus untuk mengidentifikasi kecenderungan umum peserta diklat dengan jawaban umum yang diberikan oleh peserta diklat. Selain itu, frekuensi ide peserta dihitung dan dilaporkan. Hasil dan Pembahasan Para peserta menjawab item dalam kuesioner pada skala Likert dari 1 sampai 4 , di mana 4 berarti untuk " sangat tidak setuju " , 3 berarti " Tidak Setuju " , 2 berarti " Setuju " , dan 1 untuk " Sangat Setuju " . Untuk pengolahan data yang diperoleh melalui kuesioner , pada awalnya hal itu dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata untuk setiap item dalam kuesioner secara terpisah dan kemudian , frekuensi dan persentase jawaban pembelajar diidentifikasi. Analisis untuk kuesioner , yang didasarkan pada skala Likert 4 -point , yang dihitung dengan menggunakan program SPSS ( versi 16 ) . Kemudian , hasilnya disajikan dalam bentuk tabel . Dalam menafsirkan tanggapan , skor 1 dan 2 dianggap sebagai positif , dan 3 dan 4 sikap negatif . Analisis Kuantitatif : Sikap Angket Tabel 1. Sikap tentang Penggunaan saintifik di pemahaman bacaan No Deskripsi Mean 1 Strategi saintifik sangat menarik bagi saya 1,621 2 Saya membutuhkan banyak training untuk menerapkan saiintifik 2,03 3 saintifik membantu saya memahami bacaan 1,899 4 Saya sangat menikmati berbagi ilmu tentang saintifik 1,031 5 Saintifik membantu saya berkomunikasi dengan peserta lain 2,111 6 Strategi saintifik cukup membosankan saya 3,51 7 Saya tidak suka dengan metode saintifik 3,47 8 saya lebih suka bekerja sendiri daripada bekerja sama dengan peserta lain dalam merancang saintifik 3,46 9 Sulit untuk mendesain saintifik 2,931 10 Saya suka melihat hasil saintifik orang lain baru membuat saintifik saya 3,012 Dalam Tabel 1., Nilai rata-rata tertinggi untuk item, terutama diperoleh untuk item 6 (Strategi saintifik cukup membosankan saya, dan nomer 7 (Saya tidak suka dengan metode saintifik ), dan nomer 8 (saya lebih suka bekerja sendiri daripada bekerja sama dengan peserta lain dalam merancang saintifik ) menunjukkan jawaban peserta untuk pertanyaan ini sebagian besar sama, dan respon peserta menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka menjawab untuk pertanyaan-pertanyaan ini dalam bentuk 'Sangat Tidak Setuju' atau ' Tidak Setuju'. Analisis Kualitatif Pada penelitian ini data kualitatif diperoleh melalui wawancara pada sepuluh (10) peserta diklat. Respon dari pertanyaan wawancara dianalisis melalui cross-case analysis. Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan sikap peserta didik ke arah menggunakan saintifik dalam pemahaman membaca. Dalam hal ini, data kuantitatif yang dikumpulkan oleh kuesioner menunjukkan bahwa 91,4% dari siswa menunjukkan sikap positif yang signifikan terhadap penggunaan saintifik dalam pemahaman membaca, sementara hanya 8,6% peserta diklat memiliki sikap negatif terhadap menggunakan saintifik dalam membaca. Data kualitatif dikumpulkan dengan mewawancarai sepuluh peserta diklat EFL mengungkapkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa diklat ini menyenangkan untuk mereka semua dan saintifik adalah strategi yang menyenangkan. Di sisi lain, satu dari responden lebih suka untuk mencoba saintifik pada sendiri daripada kelompok. Kesimpulan dan Saran Dari pemaparan diatas dapat kesimpulan bahwa teknik saintifik yang kreatif dan efektif serta memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak baik belahan otak kanan atau belahan otak kiri yang terdapat didalam diri seseorang (Bobby De Porter, Mike Hernacki: 2003; 153). Temuan dari studi ini berimplikasi praktis terhadap peningkatan penggunaan strategi saintifik di pembelajaran. Referensi http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Undergraduate-22702-5.%20BAB%20II.pdf diakses 27 Maret 2014 Kim Duncan,Using saintifik to Effectively Solve Problems, Improve Creative Thinking and Accomplish Whole Brain Thinking -Amazon Digital Services (2011) Mahsa Hariri M.A. student of TEFL, University of Guilan, Efl Learners’ Attitudes Towards Using saintifik Technique In Their Reading Comprehension , Modern Journal of Language Teaching Methods (MJLTM) Vol.3, Issue 1, March 2013 Kemdikbud. (2013-a). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 SD Jakarta: Badan PSDMP dan PMP Wang, Wen-Cheng, A Brief Review on Developing Creative Thinking in Young Children by Mind , International Business Research Vol. 3, No. 3; July 2010 Published by Canadian Center of Science and Education 233

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar