Jumat, 20 Februari 2015

PROFIL KINERJA GURU MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH EFEKTIF

PROFIL KINERJA GURU MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH EFEKTIF Dra.Suminarsih,M.Si Widyaiswara LPMP jawa Tengah Abstrak Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) telah dilaksanakan di sekolah sejak tahun 2013, namun hasilnya belum sesuai dengan profil kinerja guru yang diharapakan. Tulisan ini bertujuan memberikan informasi dan bahan pemikiran bagi guru, Kepala Sekolah dan stake holder pendidikan lainnya agar PK Guru hasilnya sesuai dengan profil kinerja guru. Sekolah efektif adalah sekolah yang menunjukkan tingkat kinerja yang diharapkan dalam menyelenggarakan proses belajarnya, dengan menunjukkan hasil belajar yang bermutu pada peserta didik sesuai dengan tugas pokoknya. Dengan memahami profil kinerja guru harapannya PK Guru dapat berjalan sesuai dengan proses yang semestinya, dan akan memiliki kontribusi dalam mewujudkan sekolah yang efektif, karena guru merupakan kunci keberhasilan dari terwujudnya sekolah efektif. Kata kunci: profil kinerja guru, penilaian kinerja guru, sekolah efektif I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang - Undang No.14 tahun 2013 Guru dan Dosen pasal 1 menyatakan Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk dapat melaksanakan tugas fungsinya PP 74 Tahun 2008 tentang Guru pasal 2 manyatakan Guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, kompetensi, Sertifikat Pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional . Dalam melaksanakan tugas nya diperlukan seperangkat kompetensi, pasal 3 menyatakan 1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan 2) Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. (3) Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat holistik. Oleh sebab itu, profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan. Pelaksanaan PK Guru telah dimulai Tahun 2013, fakta dilapangan belum semua sekolah melaksanakan dengan baik. Dari hasil kunjungan ke beberapa sekolah berbagai jenjang , sekolah yang telah melaksanakan PKGuru hasilnya menunjukkan 90% nilai PK Gurunya amat baik dan baik, jarang sekali guru yang mendapat nilai cukup, sedang apalagi kurang. Fenomena tersebut tidak sesuai dengan profil kinerja guru yang telah ditetapkan, hal ini disebabkan pengaruh budaya timur ”ewuh-pekewuh” tidak sampai hati untuk menelia temannya belum baik. Hal ini menyebabkan PKGuru yang telah dilaksanakan belum memberikan potret/profil guruu seutuhnya. Makalah ini akan membahas PKGuru kaitannya dengan profil kinerja guru dan hubungannya dengan peran guru mewujudkan sekolah efektif. Guru adalah kunci keberhasilan pembelajaran di kelas, pembelajaran bermutu menjadi salah satu indikator sekolah efektif . B. Permasalahan PKGuru yang dilaksanakan di sekolah belum sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan, misal berkas instrumen yang harus dilengkapi masih ada yang salah, catatan fakta tidak lengkap, perhitungan usulan angka kredit belum benar, dan masalah-masalah yang lain. Selain itu hasil PKGuru belum menunjukkan potret sesungguhnya umumnya tidak mencerminkan kompetensi guru yang sebenarnya. Permalasalahan dari makalah ini adalah: 1. Bagaimana hasil PKGuru sesuai dengan Profil Kinerja Guru 2. Bagaimana PKGuru dapat membantu mewujudkan sekolah efektif. C. Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah 1. Profil Kinerja Guru dapat dipahami dan dilaksanakan sebagai tolok ukur hasil PKGuru. 2. Hasil PKGuru dapat mendorong terwujudnya sekolah efektif. II. KAJIAN TEORI A. Penilaian Kinerja Guru PermenPAN dan RB No.16 Tahun 2009 pasal 3 menyatakan jenis guru berdasarkan sifat , tugas dan kegiatannya guru, meliputi (1) guru kelas, (2) guru mata pelajaran dan (3) guru bimbingan dan konseling. Khusus dalam penelitian ini pelatihan pada guru mata pelajaran di SMK. Pasal 5 (1) menyatakan Tugas utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Ayat (2) menyatakan beban kerja Guru untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan/atau melatih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Selanjutnya pasal 6 menyatakan kewajiban Guru dalam melaksanakan tugas adalah: (a). merencanakan pembelajaran/bimbingan, melaksanakan pembelajaran/bimbingan yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan, serta melaksanakan pembelajaran/ perbaikan dan pengayaan, (b). meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (C) bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran, (d). menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik Guru, serta nilai agama dan etika; dan (e). memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa Terkait dengan ketentuan untuk menjadi guru, UU N0.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 8 mensyaratkan Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Diperkuat pada pasal 9 kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. Sedangkan pasal 10 menyebutkan kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi guru inilah yang nanti dijadikan dasar dalam penilaian kinerja guru. Guru sangat menentukan keberhasilan peserta didik, terutama dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar. Murphy dalam Mulyasa (2007) menyatakan “ keberhasilan pembaharuan sekolah ditentukan oleh gurunya, karena guru adalah pemimpin pembelajaran , fasilitator, dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran . Karena itu guru harus senantiasa mengembangkan diri secara mandiri serta tidak bergantung pada inisiatif kepala sekolah dan supervisor”. pembelajaran bagi guru mata pelajaran atau guru kelas, meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai, menganalisis hasil penilaian, dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian dalam menerapkan 4 (empat) domain kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Pengelolaan pembelajaran tersebut mensyaratkan guru menguasai 24 (dua puluh empat) kompetensi yang dikelompokkan ke dalam kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Untuk mempermudah penilaian dalam PK GURU, 24 (dua puluh empat) kompetensi tersebut dirangkum menjadi 14 (empat belas) kompetensi sebagaimana dipublikasikan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Rincian jumlah kompetensi tersebut diuraikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Kompetensi Guru Kelas/Guru mata Pelajaran No Ranah Kompetensi Jumlah Kompetensi Indikator 1 Pedagogik 7 45 2 Kepribadian 3 18 3 Sosial 2 6 4 Profesional 2 9 Total 14 78 Dengan rincian kompetensi dan cara pengumpulan fakta sebagai berikut. Tabel.2 Cara menilai Kompetensi Guru Kompetensi Cara menilai Pedagogik 1. Menguasai karakteristik peserta didik. Pengamatan & Pemantauan 2. Menguasasi teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik. Pengamatan 3. Pengembangan kurikulum. Pengamatan 4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik. Pengamatan 5. Pengembangan potensi peserta didik. Pengamatan & Pemantauan 6. Komunikasi dengan peserta didik. Pengamatan 7. Penilaian dan evaluasi. Pengamatan Kepribadian 8. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional. Pengamatan & Pemantauan 9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan. Pengamatan & Pemantauan 10. Etos Kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru. Pengamatan & Pemantauan Sosial 11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif. Pengamatan & Pemantauan 12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat. Pemantauan Profesional 13. Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Pengamatan 14. Mengembangkan Keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif. Pemantauan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar