Senin, 06 Januari 2014

SUGESTI

Kita sangat sering mendengar kata sugesti, wah aku tersugesti, ah itu hanya sugesti saja, wow sugestinya mantap dan lain-lain.  Ya hampir tiap hari kita mendengar kata sugesti. Apalagi acara-acara televisi yang menampilkan tontonan berbau hypnosis sering menghadirkan kata sugesti. Hingga akhirnya kata sugesti menjadi begitu akrab di telinga kita. Sekarang yang menjadi pertanyaan, apa sih sebenarnya sugesti ? Saya akan mencoba menjelaskan secara singkat dan mudah arti kata sugesti. Sugesti adalah semacam kata-kata atau kalimat yang di katakan atau disampaikan dengan cara-cara tertentu dalam situasi tertentu dan keadaan tertentu, sehingga akan memberikan pengaruh bagi yang mendengarkannya. Biasanya sugesti di sampaikan untuk tujuan dan maksud-maksud tertentu. Selain di sampaikan oleh pihak/orang lain, sugesti dapat pula
disampaikan oleh diri sendiri melalu self talk.  Sugesti juga dapat terjadi secara sengaja atau tanpa sengaja. Artinya bisa orang lain menyampaikan sugesti secara sengaja seperti dokter kepada pasiennya, hipnoterapis kepada kliennya, orang tua kepada anaknya, trainer kepada peserta training dan lain-lain. Yang tidak sengaja misalnya kita tersugesti dari iklan yang kita saksikan di televisi, membaca tulisan dan mempengaruhi kita, mendengarkan gossip dan lain-lain.
Dari penjelasan singkat tersebut diatas, sekarang kita bisa mulai memahami ternyata sugesti telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Ketika pasien  sakit dan datang ke seorang dokter, maka apa yang disampaikan dokter kepada pasienya merupakan sugesti, keberhasilan pengobatan sang pasien juga sangat dipengaruhi oleh sugesti yang disampaikan sang dokter. Ketika mendengarkan ceramah/khotbah di tempat ibadah kita juga mendengarkan sugesti yang disampaikan sangan pengkhotbah.  Sering menonton iklan yang menampilkan artis pujaan juga merupakan proses menerima sugesti. Dan banyak kegiatan lain yang merupakan proses pemberian sugesti.
Sekarang yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah sugesti yang kita terima bermanfaat bagi kehidupan kita atau tidak? . Apakah sugestinya memberdayakan diri kita atau tidak ? Karena di tengah gempita kehidupan saat ini banyak sugesti justru sama sekali tidak memberdayakan. Tayangan televisi  yang didominasi sinetron-sinetron yang tidak mendidik merupakan sebuah pemberian sugesti yang tidak memberdayakan bagi pemirsanya. Guru yang kurang hati-hati dalam bicara justru akan memperburuk kualitas siswanya, orang tua yang seenaknya bicara tanpa pernah mempertimbangkan setiap kata yang diucapkan acap kali justru mengkerdilkan impian anaknya. Dan masih banyak contoh lain yang dapat kita saksikan di sekitar kita.
Tetapi jangan kuatir, kita juga dapat memanfaatkan sugesti untuk hal-hal yang positif. Dengan sugesti yang tepat kita dapat menjadikan diri kita yang tadinya tidak percaya diri akan berubah menjadi lebih percaya diri, yang tadinya malas bisa menjadi pribadi yang rajin, yang tadinya sering bohong berubah menjadi jujur dan sebagainya. Intinya dengan sugesti yang kita rancang dengan tepat dan disampaikan di waktu yang tepat kita bisa menjadi pribadi yang lebih hebat, berdaya, berkualitas dan lain-lain. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah ada aturan-aturan tertentu dalam membuat dan menyampaikan sugesti ? tentu ada, untuk membuat dan menyampaikan sugesti tentu ada aturanya artinya tidak sembarangan kita membuat sugesti. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sugesti agar sugesti yang kita buat berdampak positif bagi diri kita. Aturanya adalah sebagai berikut :
1.    Sugesti Harus Positif.
Artinya sugesti yang kita buat untuk tujuan positif misalnya untuk menghilangkan rasa malas, tidak percaya diri dan lain-lain. Kalimat yang di buat juga harus kalimat positif. Hindari kalimat Negatif seperti “Saya tidak mau jadi pemalas”, karena kalimat tersebut akan mengarahkan Anda menjadi pribadi pemalas karena bawah sadar tidak menerima kata “tidak”, “dilarang” dan “jangan” serta kata negatif lainnya, kecuali bila tidak ada kata lainnya. Maka untuk itu gantilah dengan “Mulai sekarang saya menjadi pridi yang rajin”
2.    Present Tense (waktu sekarang) 
Sering tanpa sadar Anda mengucapkan “Saya akan menjadi semakin percaya diri” kalimat tersebut sepertinya baik tetapi ketika Anda mengucapkan kata “Akan”, bawah sadar Anda akan mengartikannya sesuatu yang belum pasti. Hal tersebut juga berlaku untuk kata “suatu saat”, “nanti”, “suatu saat” dan lain-lain. Nah agar sugesti Anda powerful pakailah kata /kalimat dengan waktu sekarang misalnya “ Mulai sekarang dan seterusnya saya selalu berfikir positif”, “mulai sekarang saya lebih bersemangat” dan lain-lain.
3.    Repetition (pengulangan)
Pengulangan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi efek sebuah sugesti. Pengulangan dapat Anda lakukan pada kalimat sugesti yang Anda rancang, misalnya “mulai sekarang saya lebih bersemangat, antusias, termotivasi dalam bekerja”. Dalam kalimat tersebut kita lihat ada tiga kata yang sebenarnya mirip sekali artinya, tetapi kita ulang pengucapannya. Pengulangan tersebut akan lebih memperkuat sugesti yang Anda berikan.
4.    Personal (pribadi)
Karena Anda ingin memberikan sugesti kepada diri sendiri, maka sugesti tersebut harus bersifat pribadi. Misalnya Anda ingin mengubah prilaku buruk Anda, ya  tentunya prilaku buruk Anda sendiri yang perlu Anda ubah. Bukan prilaku orang/pihak lain. Juga ketika Anda ingin memberikan sugesti pada Anak Anda misalnya… buatlah sugesti yang sesuai kebutuhan sang Anak.
5.    Bermuatan Emosi dan imajinasi.
Yang dimaksud bermuatan emosi dan imajinasi adalah ketika Anda mengucapkan sugesti yang sudah Anda rancang, Anda bisa merasakan emosinya ketika Anda sudah berubah artinya saat Anda mengucapkan, Anda bisa merasakan dan berimajinasi seakan-akan Anda sudah berubah atau mendapatkan apa yang Anda harapkan. Contohnya ketika Anda mengatakan “ mulai sekarang saya menjadi pribadi yang percaya diri” Anda dapat membayangkan sosok Anda yang telah berubah menjadi pribadi yang percaya diri, bahkan Anda bisa merasakan emosinya seperti bahagia, bangga, bersemangat saat Anda percaya diri.
Nah itu tadi aturan-aturan dalam membuat sugesti untuk pemberdayaan diri. Saya sarankan sebelum Anda memasukkan sugesti untuk pemberdayaan diri sebaiknya Anda tulis dulu script sugesti tersebut lalu Anda bisa hafalkan. Agar tidak terbeban dengan hafalan Anda, sebaiknya hindari sugesti yang panjang dan bertele-tele. 
Demikian penjelasan singkat tentang apa itu sugesti, manfaat dan aturan-aturanya. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda menjadi pribadi uang hebat melalui sugesti yang tepat.








Sumber : http://radensatriadi.com/sugesti-manfaat-dan-aturan-aturannya.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar