Jumat, 15 Februari 2013

Valentine's Day

Pada abad bertengahan, setiap awal musim semi yang ditandai dengan riuhnya burung-burung di kebun, pada saat itu dipercaya Dewa Cupido, dewa kasih sayang yang berbentuk anak kecil bersayap, mulai mengarahkan anak panahnya pada hati muda-mudi.

Budaya yang lahir dari Romawi ini perlahan-lahan menjadi budaya milik dunia, termasuk bangsa kita, dengan versi latar belakang sejarah asal yang berbeda-beda. Salah satu versi yang paling sering muncul, hari Valentine ini mengambil waktu jauh ke belakang
dalam suatu festival bangsa Roma yang disebut Lupercalis. Perayaan ini diadakan pada tanggal 15 Februari untuk memuja dewa Lupercus, dewa pelindung tanaman obat dan hasil bumi.

Selama perayaan, para pemudi Roma menempatkan nama mereka ke dalam sebuah kendi besar. Lalu para pemuda menarik undian nama gadis yang akan menjadi pasangan mereka. Pasangan tersebut kemudian saling bertukar hadiah. Para pemudi akan menerima sarung tangan harum atau perhiasan mahal.

Setelah bangsa Roma menjadi Kristen, para rohaniwan menggeser satu hari ke belakang dan menggunakan tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang untuk memperingati dua orang martir yang bernama Valentino. Valentino yang pertama dihukum mati oleh Kaisar Claudius II pada tanggal 14 Februari 270 Masehi. Kaisar ini menganggap bahwa bala tentaranya akan makin besar dan kuat jika orang-orang tidak menikah. Valentino melanggar larangan itu dengan menikahi gadis pilihannya.

Valentino kedua adalah seorang Beshop dari Terni, suatu tempat yang berjarak sekitar 60 mil dari Roma. Ia dikejar-kejar karena mempengaruhi beberapa keluarga Romawi dan memasukkan mereka ke agama Kristen. Ia kemudian dipancung di Roma sekitar tahun 273 Masehi. Sebelum kepalanya dipenggal, ia mengirim surat kepada putri penjaga penjara yang buta, seraya berdoa semoga ia bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan manusia. "Dari Valentinemu," demikian Valentino pada akhir suratnya. Entah ada keajaiban dari mana,mungkin dari kasih sayang Valentino, gadis itu pun kemudian sembuh dan bisa melihat kembali.


Surat tertanggal 14 Februari tahun 273 Masehi, sehingga tanggal itu ditetapkan sebagai Valentine's Day atau hari Kasih Sayang. Dari kisah itu, kemudian tanggal 14 Februari dianggap waktu yang tepat untuk merayakan hari Kasih Sayang.

Bentuk ungkapan kasih sayang itu diwujudkan melalui kartu berbentuk hati,coklat, bunga warna merah dan merah muda. Seiring dengan waktu, ungkapan kasih sayang tidak hanya untuk pasangan muda-mudi saja. Namun juga untuk semua saja, kepada orang tua, teman, sahabat yang kita hormati dan cintai.

Melihat latar belakang terjadinya Valentine 's Day di atas, tidak ada keharusan untuk merayakan bukan! Sebenarnya setiap hari, sudah selayaknya kita saling berbagi kasih sayang ke orang-orang yang kita cintai, baik teman, sahabat, saudara, apalagi orang tua !!!

2 komentar:

  1. Setuju...
    Janganlah terlalu mengagungkan Valentine's Day...
    Kita kan berkasih sayang setiap hari.
    Perayaan Valentine's Day justru memojokkan mereka yang ingin merayakannya tapi tidak ada teman.
    Lalu di mana makna kasih sayang?

    BalasHapus
  2. OK, Makasih sudah bersedia memberikan komen disini.....

    BalasHapus